Kekerasan Seksual Meningkat, Kopri PMII Sumenep Angkat Bicara

  • Whatsapp

SUMENEP –  Kekerasan seksual jelang akhir tahun kembali terjadi yang lebih tragis hal ini terjadi di Lembaga Pendidikan.

Seyoginya, lembaga pendidikan tempat mengasah,mencerdeskan anak bangsa tetapi justru  terjadi pelecahan seksual apalagi dilakukan oleh pengelolahnya.

Teranyar, terjadi di Bandung, Jawa Barat yang menjadi korban berjumlah 11 santriwati bahkan ada sebagian yang melahirkan.

Problematika ini tentu, menjadi atensi serius dikalangan aktivis perempuan.Sebab, ini bencana sosial dan menghambat generas emas.

Ketua Kopri PMII Sumenep, Madura Jawa Timur Nur Waida, mengatakan, kasus yang hari menjadi konsumsi publik soal kekerasan seksual khususnya di Lembaga Pendidikan menjadi duka bersama. Mereka aset bangsa mestinya mendapat pelindungan bukan justru pelecehan.

Baca Juga :  Sempat Di Undur Akhirnya Pemkab Tetapkan Pilkades Serentak Di Sumenep

“Atas dasar itu, Kopri PMII Sumenep kembali angkat suara atas persoalan ini,” kata Waida.

Ketika aset bangsa ini telah dirusak lantas siapa yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan di negeri ini. Semestinya, lembaga pendidikan memberikan raaa aman dan nyaman bukan justru sebaliknya.

“Tentu, Kopri PMII Sumenep sejak awal konsen mengawal isu-isu keperempuanan dan kekerasan terhadap anak. Maka kita terpanggil untuk bergerak,” ujarnya.

Selama sepekan ini, isu kekerasan seksual menjadi perbincangan publik yang memantik untuk bersuara  dan mengawal perkara ini sampai tuntas.

Baca Juga :  Irjen Nico Afinta Tununjang Tugas Kepolisian Wilayah Jatim, Resmikan Gedunh Siber Ditreskrimsus

Menurut Waida, kekerasan seksual ini adalah kejahatan kemanusiaan yang harus segera di selesaikan baik dari kacamata hukum dan sosial.

“Kekerasan seksual yang menimpa sahabat kita; Novia, para santri dan seorang ibu rumah tangga menandakan bahwa keamanan untuk perempuan dan anak masih sangat rendah,” ujarnya

Sebelumnya, Kopri PMII telah melakukan kawalan khusus terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) Kabupaten layak anak. Pada saat ini telah disahkan menjadi perda. “Sejauh mana perkembanganya dan sudah sampai dimana tingkat  pemahaman masyarata terhadap isi perda tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Ribuan Santri dan Pengurus Ponpes di Jombang Ikuti Vaksinasi Serentak yang Dipantau Presiden Joko Widodo

Kemudian, kata Waida, mendorong penagak hukum betul menuntaskan persoalan  terutama soal kekerasan seksual yang baru viral di jagat maya ini.

“Ini adalah bencana  yang sangat serius terhadap generasi masa depan. Saat ini kita menunggu sejauh mana aparat penagak hukum dalam menuntaskan kekerasan seksual yang baru-baru terjadi,”pungkasnya.(rus)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *