Cegah Karhutla, Dua Provinsi Tetapkan Status Siaga

  • Whatsapp
Cegah Karhutla, Dua Provinsi Tetapkan Status Siaga
Cegah Karhutla, Dua Provinsi Tetapkan Status Siaga (ist)

Jakarta, seputarindonesia.co.id – Memasuki musim kemarau, dua provinsi di Indonesia sudah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dua provinsi tersebut yakni Provinsi Riau dan Sumatera Selatan.

Hal ini diungkap oleh Sub Direktorat Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Radian Bagiyono. Bahkan, tidak hanya di tingkat provinsi, dua kabupaten juga melakukan hal yang sama.

Bacaan Lainnya

“Level kabupaten, Kabupaten Siak di Riau dan Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah menyusul,” ujarnya sebagaimana dilansir dari kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Ia mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus.

Sementara wilayah yang kerap kali terjadi karhutla seperti Sumatera dan Kalimantan akan mengalami puncak musim kemarau pada Juli-Agustus. Menurutnya, kemarau menjadi salah satu penyebab rawan karhutla terjadi.

“Prediksi BMKG, daerah yang curah hujannya rendah potensi karhutla besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa wilayah seperti Riau dan Kalimantan Barat memiliki dua periode krisis karhutla. Namun, periode fase pertama sudah dilewati yakni pada Februari-April.

“Sekarang kita hadapi fase kedua periode krisis karhutla, yaitu Juli-Oktober. Biasanya berdasarkan data rekam 2015-2019, puncak musim kemarau terjadi pada bulan tersebut sehingga kita harus siaga dan waspada untuk menghadapinya,” ucapnya.

Berdasarkan data KLHK, dari pemantauan titik panas (hotspot) dari 1 Januari hingga 29 Juni, terjadi penurunan sekitar 40 persen.

Setidaknya hanya terdapat 892 hotspot dengan level confidence di atas 80 persen.

Jumlah tersebut juga lebih rendah dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama, yakni 1.493 hotspot.

“Luas karhutla periode 1 Januari hingga 31 Mei 2020 ada 38.772 hektare, menurun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 45.836,” imbuhnya. (M/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *