Tagihan Listrik Naik Tiga Kali Lipat, Warga Gapura Minta PLN Benahi Pelayanan

  • Whatsapp
Tagihan Listrik Naik Tiga Kali Lipat, Warga Gapura Minta PLN Benahi Pelayanan
Tagihan Listrik Naik Tiga Kali Lipat, Warga Gapura Minta PLN Benahi Pelayanan

Sumenep, Seputar Indonesia – Fauzan (38), warga Dusun Ahadan, Desa Banjar Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluh atas pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.

Pasalnya, pembayaran tagihan listrik miliknya pada Bulan Desember 2019 lalu tiba-tiba meningkat hingga 3 kali lipat. Padahal pemakaian listrik di bulan tersebut terbilang normal.

Bacaan Lainnya

“Biasanya pada bulan sebelumnya pembayaran PLN saya hanya sekitar Rp 115.000 sampai Rp 140.000. Tapi pada bulan Desember yang lalu, tiba-tiba melonjak sampai Rp 470.000,” ungkap Fauzan di depan Kantor PLN Sumenep, Jumat (14/2/2020).

Ia mengaku, pihaknya sudah melakukan konfirmasi terkait persoalan tersebut kepada pihak PLN namun tidak menemukan solusi. Ia hanya mendapat penjelasan bahwa itu adalah kesalahan dari tim kontrol PLN yang salah memasukkan tagihan.

“Ketika di cek ke pihak PLN ternyata tagihan kilometer orang lain dimasukkan ke tagihan kilometer saya. Bahkan pihak PLN tetap memaksa saya untuk tetap membayar tagihan sebesar itu,” ungkapnya sembari menunjukkan bukti tagihan PLN.

Fauzan berharap, ke depan PLN bisa meningkatkan pelayanan dan mengutamakan kepuasan pelanggan. Selain itu, pihaknya juga meminta agar PLN bersikap tegas kepada para pegawai yang tidak bertanggung jawab telah merugikan pelanggan.

“Bahkan sampai saat ini, oknum PLN yang biasa mengontrol ke rumah saya tidak pernah datang lagi, apa sudah ada teguran dari pihak PLN atau tidak saya kurang tahu,” tegasnya.

Sementara, Kepala PLN Sumenep, Agus, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pada bulan Desember 2019 yang lalu ada salah input dari Petugas tim Kontrol PLN Sumenep pada kilometer Fauzan.

“Untuk petugas PLN yang bersangkutan sudah kami konfirmasi, dan benar karena kesalahan input data,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan selular.

Bahkan Agus mengaku, sudah memberikan kompensasi pada bulan Jamuari dan Februari 2020, pada kilometer Fauzan, yakni dengan dikenakan biaya beban sampai stand meter normal.

“Kami sudah berikan kompensasi pada bulan Januari dan Februari, pada Kilometer yang bersangkutan,” tandasnya. (Zen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *